{"id":189,"date":"2026-01-13T16:26:22","date_gmt":"2026-01-13T16:26:22","guid":{"rendered":"https:\/\/koarnews.co.id\/?p=189"},"modified":"2026-01-13T16:26:23","modified_gmt":"2026-01-13T16:26:23","slug":"ricuh-gara-gara-portal-jalan-polsek-sunggal-rekonstruksi-penganiayaan-avin-ginting-7-adegan-diperagakan-3-tersangka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/2026\/01\/13\/ricuh-gara-gara-portal-jalan-polsek-sunggal-rekonstruksi-penganiayaan-avin-ginting-7-adegan-diperagakan-3-tersangka\/","title":{"rendered":"Ricuh Gara-gara Portal Jalan, Polsek Sunggal Rekonstruksi Penganiayaan Avin Ginting, 7 Adegan Diperagakan 3 Tersangka"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Medan | <strong>Koarnews.co.id<\/strong> \u2013 Polsek Sunggal menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan secara bersama-sama yang menimpa Avin Ginting. Rekonstruksi berlangsung di Mapolsek Sunggal, Jalan Tahi Bonar Simatupang, Medan, Senin (12\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam rekonstruksi tersebut, sebanyak 7 adegan diperagakan oleh 3 orang tersangka, masing-masing AF (31), MZ (30), dan AS (45), yang telah resmi ditetapkan sebagai pelaku penganiayaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kapolsek Sunggal Kompol Bambang G Hutabarat SH MH, didampingi Kanit Reskrim AKP Harles Richter SH, menjelaskan bahwa rekonstruksi dilakukan untuk memperjelas peran masing-masing tersangka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cRekonstruksi hari ini ada tujuh adegan. Pada adegan kelima terlihat jelas peran masing-masing tersangka dalam melakukan penganiayaan terhadap saudara Avin Ginting,\u201d ujar Kompol Bambang kepada awak media usai kegiatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kapolsek mengungkapkan, awalnya rekonstruksi direncanakan digelar langsung di TKP Kantor Desa Pujimulyo, lokasi terjadinya penganiayaan. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena situasi keamanan dinilai tidak kondusif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAwalnya kami berkoordinasi untuk melaksanakan rekonstruksi di TKP sebenarnya. Namun karena adanya reaksi spontan dari masyarakat Desa Pujimulyo dan demi menjaga keamanan serta kelancaran, maka rekonstruksi dipindahkan ke Mapolsek Sunggal,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut dijelaskan, latar belakang penganiayaan bermula dari aksi pemortalan jalan yang dilakukan korban di Desa Pujimulyo. Aksi tersebut dilakukan dengan alasan adanya keberatan warga terhadap kendaraan bertonase besar yang melintas di kawasan pergudangan desa tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKorban menyampaikan bahwa masyarakat keberatan dengan kendaraan berat yang masuk ke kawasan Desa Pujimulyo, sehingga dilakukan pemortalan jalan,\u201d kata Kapolsek.<br>Namun, aksi tersebut memicu reaksi dari para pekerja buruh yang merasa dirugikan. Keributan pun tak terhindarkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAkibat pemortalan itu, para pekerja atau tersangka merasa keberatan. Kedua belah pihak sempat sepakat menyelesaikan masalah di kantor desa, namun tidak menemui titik terang hingga akhirnya terjadi penganiayaan terhadap korban,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, Polsek Sunggal telah menetapkan 3 orang tersangka, sementara 3 pelaku lainnya masih dalam pengejaran (DPO).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPengembangan terus dilakukan. Kami mengimbau pelaku lainnya segera menyerahkan diri,\u201d pungkas Kapolsek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reporter:A.a94k<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Medan | Koarnews.co.id \u2013 Polsek Sunggal menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan secara bersama-sama yang menimpa Avin Ginting. Rekonstruksi berlangsung<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":190,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189\/revisions\/191"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}