{"id":826,"date":"2026-02-14T13:27:50","date_gmt":"2026-02-14T13:27:50","guid":{"rendered":"https:\/\/koarnews.co.id\/?p=826"},"modified":"2026-02-14T13:27:52","modified_gmt":"2026-02-14T13:27:52","slug":"dprd-medan-teliti-kejanggalan-pembongkaran-billboard-aroma-perangko-kilat-mencuat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/2026\/02\/14\/dprd-medan-teliti-kejanggalan-pembongkaran-billboard-aroma-perangko-kilat-mencuat\/","title":{"rendered":"DPRD Medan Teliti Kejanggalan Pembongkaran Billboard, Aroma \u201cPerangko Kilat\u201d Mencuat"},"content":{"rendered":"\n<p>MEDAN<strong>|Koarnews.co.id\u2013 <\/strong>Kebijakan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Kota Medan kembali disorot DPRD. Anggota Komisi IV DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution, secara terbuka mempertanyakan aturan yang mewajibkan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) baru terhadap bangunan yang roboh akibat faktor alam.<\/p>\n\n\n\n<p>Pernyataan keras itu disampaikan Edwin dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Medan bersama PT Sumo Advertising, Satpol PP, DPMPTSP, dan Dinas Perkimcikataru di Gedung DPRD Medan, Kamis (12\/2\/2026).<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cKalau roboh karena faktor alam harus urus PBG baru? Ini keterlaluan. Sudah jatuh, ketimpa tangga lagi,\u201d tegas Edwin dengan nada geram.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Billboard Sudah Berizin, Tapi Tetap Dibongkar<\/p>\n\n\n\n<p>Edwin menyoroti kasus pembongkaran billboard milik PT Sumo Advertising di Jalan Zainul Arifin. Billboard tersebut sebelumnya telah mengantongi izin IMB sejak 2020, namun roboh akibat faktor alam dan sempat menimpa rumah serta kendaraan warga.<\/p>\n\n\n\n<p>Pihak PT Sumo Advertising disebut telah menyelesaikan ganti rugi kepada korban. Setelah itu, billboard dibangun kembali dan izin kembali diteken oleh Jhon Ester Lase saat masih menjabat Kabid di Dinas Perkimcikataru.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun ironisnya, saat Jhon Ester Lase menjabat sebagai Kepala Dinas Perkimcikataru, papan reklame itu justru dibongkar melalui Satpol PP dengan alasan tidak memiliki izin baru.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cKebijakan ini sangat mengganggu iklim usaha. Kalau bangunan roboh karena bencana alam, apa semua pemilik bangunan harus ngurus PBG baru? Ini tidak masuk akal,\u201d tandas Edwin.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Pernyataan tersebut diamini anggota Komisi IV lainnya, Lailatul Badri, Renvile Pandapotan, dan Datuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Aroma \u201cPerangko Kilat\u201d dan Dugaan Titipan<\/p>\n\n\n\n<p>Edwin bahkan mencium adanya dugaan permainan di balik pembongkaran tersebut. Ia menyebut adanya aroma \u201cperangko kilat\u201d dalam proses penertiban billboard.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cKalau disebut tidak ada izin, kenapa Pemko Medan menerima pajak billboard Rp96 juta? Ini aneh. Aroma perangko kilat sangat terasa. Seperti ada titipan pihak tertentu agar billboard dibongkar lagi,\u201d katanya blak-blakan.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>DPRD: Pengusaha Taat Pajak Malah Dipersulit<\/p>\n\n\n\n<p>Anggota Komisi IV DPRD Medan, Lailatul Badri, menilai Dinas Perkimcikataru tidak adil dalam penegakan aturan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cSepertinya yang taat aturan dan taat bayar pajak justru diperlakukan tidak adil. Yang tanpa izin itu yang seharusnya ditertibkan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>PT Sumo: Tidak Ada Kebocoran PAD, Justru Kelebihan Bayar<\/p>\n\n\n\n<p>Manager Legal and Permit PT Sumo Advertising, Riza Usty Siregar, membantah tudingan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menegaskan pihaknya justru membayar pajak lebih besar dari ukuran izin.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cTidak ada kebocoran PAD. Justru kami kelebihan bayar,\u201d katanya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Riza menjelaskan izin reklame yang dimiliki hanya untuk ukuran 5&#215;10 meter, namun pajak yang dibayarkan untuk ukuran 6&#215;12 meter dengan nilai Rp96 juta.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cBagaimana disebut bocor? Di izin 5&#215;10 meter, tapi kami bayar 6&#215;12 meter. Ini kwitansinya ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Ia juga mengungkap bahwa proses perizinan sering dipersulit dan bisa memakan waktu hingga dua tahun.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cPadahal kami taat bayar pajak dan pernah menyumbang PAD hingga Rp3 miliar untuk Pemko Medan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Reporter:A.a94k<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEDAN|Koarnews.co.id\u2013 Kebijakan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Kota Medan kembali disorot DPRD. Anggota<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":827,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemerintahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=826"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/826\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":828,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/826\/revisions\/828"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}