{"id":966,"date":"2026-03-31T12:17:58","date_gmt":"2026-03-31T12:17:58","guid":{"rendered":"https:\/\/koarnews.co.id\/?p=966"},"modified":"2026-03-31T12:18:00","modified_gmt":"2026-03-31T12:18:00","slug":"perjalanan-dody-arisandy-anak-supir-yang-sukses-jadi-kandidat-doktor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/2026\/03\/31\/perjalanan-dody-arisandy-anak-supir-yang-sukses-jadi-kandidat-doktor\/","title":{"rendered":"Perjalanan Dody Arisandy Anak Supir Yang Sukses Jadi Kandidat Doktor"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Medan|<strong>Koarnews.co.id-<\/strong>Perjalanan hidup Dody Arisandy, S.Pd., M.M., Gr adalah kisah tentang ketekunan, kesabaran, dan keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Lahir di Medan pada 1 November 1976, Dody tumbuh dari keluarga sederhana. Ayahnya, Chuzaini Ady, bekerja sebagai karyawan swasta dengan profesi supir, sementara ibunya, Siti Nurma, adalah ibu rumah tangga yang membantu perekonomian keluarga dengan berjualan lontong.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai anak pertama, Dody terbiasa memikul tanggung jawab sejak kecil. Nilai kemandirian, kejujuran, kerja keras, dan religiusitas sudah tertanam kuat dalam dirinya. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 060795 Medan. Bahkan di usia yang masih sangat belia, Dody sudah ikut membantu orang tua berjualan di kawasan Olympia dan Jalan Bintang, belajar memahami kerasnya kehidupan dan arti perjuangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selepas lulus SD pada 1989\u20131990, Dody melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 5 Medan. Di masa ini, ia tetap bersekolah sambil bekerja menjual minyak lampu bersama pamannya, Sunarman. Meski harus membagi waktu antara sekolah dan bekerja, prestasinya tetap terjaga hingga ia menamatkan SMP pada tahun pelajaran 1992\/1993.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perjuangan itu berlanjut saat Dody masuk SMA Swasta UISU Medan, salah satu sekolah favorit di masanya. Ia bersekolah sambil bekerja sebagai pengantar minyak lampu ke kedai-kedai kelontong di Jalan Seto. Ketekunan dan disiplin membawanya lulus SMA jurusan Biologi pada 1995\/1996 dengan hasil yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah lulus SMA, Dody sempat mengejar cita-cita menjadi anggota TNI atau Polri. Dengan biaya dari hasil jerih payahnya sendiri, ia mengikuti seleksi demi seleksi. Namun, takdir belum mengizinkan. Kegagalan itu tidak membuatnya berhenti melangkah. Ia bangkit, bekerja serabutan, mulai dari buruh bangunan, satpam pabrik, hingga salesman, demi bertahan dan terus bergerak maju.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kariernya kemudian berkembang saat bergabung dengan PT Beirdof Indonesia di kawasan KIM Mabar. Berkat dedikasi dan etos kerja yang tinggi, Dody dipercaya menjadi leader di bawah pimpinan Tom Siagian. Pada masa inilah jiwa kepemimpinan dan tanggung jawabnya semakin terasah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, bakat Dody di dunia pendidikan sudah terlihat sejak muda. Ia aktif di kepramukaan sejak SMP hingga SMA, bahkan pada tahun 1994 telah menjadi Pembina Pramuka di SMP Negeri 5 Medan dan mengikuti Kursus Mahir Dasar. Dedikasinya berlanjut di berbagai sekolah di Kota Medan hingga terakhir membina Pramuka di gudep binaan UMN Al-Washliyah Medan. Baginya, pendidikan dan kepramukaan adalah jalan pengabdian untuk membentuk karakter generasi muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perjalanan hidupnya, Dody juga menemukan pendamping hidup, Iin, sosok perempuan sederhana dan pekerja keras yang dikenalnya pada tahun 1999. Setelah melewati berbagai ujian hidup dan ekonomi, keduanya menikah pada 5 Oktober 2002. Awal rumah tangga dijalani dengan penuh kesederhanaan, bekerja sebagai satpam di berbagai perusahaan dan bank, sementara sang istri tetap bekerja di swalayan. Perlahan namun pasti, mereka membangun kehidupan bersama dari nol.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangat belajar Dody tidak pernah padam. Meski sempat tertunda karena keterbatasan ekonomi, ia akhirnya mampu menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar Sarjana dan Magister. Kini, di usia yang matang dan penuh pengalaman hidup, Dody kembali menorehkan langkah besar dalam perjalanan intelektualnya. Saat ini, Dody Arisandy tengah menempuh pendidikan Doktor (S3) di Universitas Negeri Medan (Unimed) dan berstatus sebagai kandidat doktor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi Dody, pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk perubahan hidup dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai guru dan dosen, ia tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai perjuangan, kejujuran, dan ketekunan kepada para peserta didik. Ia meyakini bahwa dengan terus belajar dan berbuat baik, seseorang dapat menciptakan perubahan positif bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kisah hidup Dody Arisandy menjadi inspirasi bahwa keterbatasan ekonomi, kegagalan, dan lika-liku kehidupan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan kerja keras, doa, dan tekad yang kuat, jalan menuju masa depan yang lebih baik akan selalu terbuka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reporter:A.a94k<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Medan|Koarnews.co.id-Perjalanan hidup Dody Arisandy, S.Pd., M.M., Gr adalah kisah tentang ketekunan, kesabaran, dan keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":967,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-966","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/966","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=966"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/966\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":968,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/966\/revisions\/968"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/koarnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}