Warisan Alam lenggong Menanti : Penutupan Geofest 2026 Akan Digelar Di Ipoh

PERISTIWA2 Views
banner 468x60

Samosir|Koarnews.co.id- Rangkaian Geofest 2026 akan berlanjut ke Malaysia. Sebelumnya, pre-event digelar di Raja Ampat UNESCO Global Geopark dan main event di Kaldera Toba UNESCO Global Geopark. Penutupan ajang internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21-24 Juli 2026.

Perwakilan Lenggong UNESCO Global Geopark, Ahmad Fazril bin Ramli, mengatakan, Lenggong mendapat kehormatan menjadi tuan rumah post-event GeoFest 2026. Kehadiran delegasi Lenggong di Toba Caldera juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang menghubungkan seluruh tuan rumah GeoFest tahun ini.

banner 336x280

“GeoFest 2026 diawali di Raja Ampat, kemudian berlanjut ke Toba sebagai main event, dan akan ditutup di Lenggong. Keterkaitan itulah yang membuat kami hadir di setiap lokasi penyelenggaraan sebagai bentuk dukungan dan mempererat hubungan antargeopark,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan The 7th Geotourism Festival and International Conference (Geofest) 2026, dalam kegiatan kunjungan langsung ke Huta Raja, Kampung Ulos, Kabupaten Samosir, Jumat (3/7/2026).

Ahmad Fazril menjelaskan, meski post-event tetap mengusung nama Lenggong, pelaksanaannya dipusatkan di Ipoh, Malaysia. Keputusan itu diambil karena kapasitas hotel dan fasilitas akomodasi di Lenggong masih terbatas, sehingga belum mampu menampung seluruh delegasi yang akan hadir.

Ia mengatakan, Ipoh dipilih karena memiliki akses logistik yang lebih mudah. Dengan demikian, seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan lebih nyaman tanpa mengurangi substansi kegiatan di Lenggong.

“Post-event tetap menggunakan nama Lenggong, tetapi pelaksanaannya dipusatkan di Ipoh karena kapasitas akomodasi di Lenggong masih terbatas. Ipoh memiliki fasilitas dan akses logistik yang lebih baik untuk melayani seluruh peserta,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan menginap di Ipoh. Sementara itu, kunjungan lapangan tetap dilakukan ke sejumlah geosite di Lenggong. Kegiatan field trip tersebut dirancang hanya berlangsung sehari sehingga peserta dapat kembali ke Ipoh untuk melanjutkan agenda berikutnya.

“Peserta akan menginap di Ipoh, kemudian mengikuti field trip ke sejumlah geosite di Lenggong sebelum kembali lagi ke Ipoh. Dengan begitu seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Selain mengunjungi geosite, panitia juga menyiapkan forum berbagi pengalaman antargeopark, diskusi pengelolaan kawasan, serta pertemuan dengan berbagai jejaring UNESCO Global Geopark. Ahmad Fazril mengatakan, panitia juga berencana mengundang Menteri Besar (setara gubernur di Indonesia) untuk menyambut para delegasi.

“Kami akan mengunjungi sejumlah geosite yang memiliki nilai penting di tingkat dunia, mengadakan sesi berbagi pengalaman bersama jaringan geopark, dan berencana mengundang Menteri Besar untuk menyambut para delegasi jaringan geopark,” katanya.

Ahmad Fazril menambahkan, Lenggong memiliki bentang alam yang didominasi kawasan pegunungan dengan bentang alam batu gamping. Kawasan tersebut berada di jajaran Pegunungan Banjaran Titiwangsa dan Banjaran Bintang. Selain memiliki kekayaan geologi, Lenggong juga dihuni masyarakat yang didominasi etnis Melayu serta keturunan Patani yang telah lama menetap di kawasan tersebut.

Ia menjelaskan, saat ini Malaysia memiliki empat UNESCO Global Geoparks, yakni Langkawi, Kinabalu, Lenggong, dan Sarawak Delta. Menurutnya, Langkawi merupakan geopark tertua sekaligus yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Sementara Lenggong dan Sarawak Delta sama-sama memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2 April 2026 lalu.

“Saat ini Malaysia memiliki empat UNESCO Global Geoparks, yaitu Langkawi, Kinabalu, Lenggong, dan Sarawak Delta. Langkawi merupakan geopark yang paling senior sekaligus yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Adapun Lenggong dan Sarawak Delta diakui sebagai UNESCO Global Geopark pada tanggal yang sama, yakni 2 April 2026,” sampainya.

Reporter:sya

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *