Terjebak Antrian Panjang Demi Bensin Di Medan

PERISTIWA17 Views
banner 468x60

MEDAN|Koarnews.co.id- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Medan mulai memicu kepanikan warga. Pantauan di lapangan pada Selasa (14/7/2026), antrean panjang kendaraan bermotor mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Menteng Raya, kawasan Pasar Merah, Medan. Warga bahkan harus rela mengantre hingga lebih dari satu jam demi mendapatkan BBM.

Salah seorang pengendara yang terjebak dalam antrean, Jupri, mengaku sangat mengeluhkan kondisi ini. Waktu produktifnya habis hanya untuk mengantre di SPBU.

banner 336x280

“Sekitar 1 jam 15 menit, bahkan mau satu jam setengah bisa dibilang bang,” keluh Jupri dengan nada kesal kepada awak media, Selasa (14/7/2026).

Jupri berharap pemerintah dan pihak terkait segera menormalkan kembali pasokan BBM agar masyarakat tidak semakin kesusahan. Apalagi, BBM merupakan kebutuhan vital untuk menunjang aktivitas harian, seperti mengantar anak sekolah.

“Harapannya jangan kayak gini lagilah, biar kayak biasa aja. Kalau bisa harga jangan naik juga. Ini kalau gak diisi sekarang, besok anak gak bisa sekolah, sudah res (kritis) kali bensinnya. Sekarang kalau gak penting-penting kali, kereta (sepeda motor) jangan dibawalah,” ungkapnya pasrah.

Merespons keluhan masyarakat mengenai kelangkaan Pertalite di beberapa daerah di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut angkat bicara. Pihaknya menegaskan berkomitmen penuh untuk menjaga kelancaran pasokan energi di wilayah tersebut.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir, proses distribusi BBM dari Fuel Terminal Medan memang sedang mengalami penyesuaian operasional.

Hal ini berdampak pada penyaluran ke sejumlah SPBU yang terpaksa dilakukan secara bertahap dan proporsional demi memastikan keadilan wilayah layanan. Meski terjadi keterlambatan di lapangan, Pertamina memastikan bahwa stok BBM sebenarnya dalam kondisi aman.

Sebagai langkah percepatan untuk mengurai antrean, Pertamina kini menerapkan sejumlah strategi darurat, di antaranya:

  • Operasional 24 Jam: Mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Medan hingga 24 jam penuh setiap hari.
  • Penambahan Armada: Memperkuat kapasitas armada distribusi dengan menambah 15 unit mobil tangki beserta 30 awak tambahan.
  • Pengawasan Ketat: Meningkatkan monitoring realisasi penyaluran dan koordinasi lintas sektor agar pelayanan di setiap SPBU dapat kembali normal secara bertahap.

Melalui upaya-upaya tersebut, Pertamina mengimbau masyarakat Sumatera Utara untuk tetap tenang dan membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Warga juga diingatkan untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) atau penimbunan yang dapat merugikan kepentingan publik.

Reporter:A.a94k

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *