Medan | Koarnews.co.id- Polrestabes Medan melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas ilegal di kawasan Jermal XV, yang selama ini dikenal sebagai basis pertahanan kartel narkoba dan perjudian terbesar di wilayah tersebut.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., usai memimpin langsung apel Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD, Sabtu (10/1/2026). Operasi besar-besaran ini mencakup prarekonstruksi tindak pidana hingga penghancuran fasilitas pendukung peredaran narkoba.
Dalam operasi tersebut, kepolisian membagi kekuatan menjadi dua tim. Tim 1 fokus pada pengungkapan alur perjudian dengan menggelar prarekonstruksi di tiga lokasi berbeda di kawasan Jermal 15.
Kawasan Jalan Jermal 15 Gang Dejo Polisi memperagakan 11 adegan yang mengungkap persiapan lokasi, pembagian peran pelaku, hingga pola pengamanan tempat agar tidak terendus petugas.
Sementarara, Jalan Jermal 15 Gang Jow-Jow Sebanyak 15 adegan diperagakan untuk menggambarkan alur transaksi, perputaran uang, serta taktik pelaku dalam menghindari pantauan aparat.
Kemudian, Jalan Jermal 15 Simpang Dolar Prarekonstruksi ditutup dengan 4 adegan yang menunjukkan cara pelaku mengamankan hasil judi dan mekanisme pemindahan aktivitas saat situasi dianggap tidak aman.
Sementara itu, Tim 2 bergerak menuju kawasan Jalan Keramat Indah Ujung, Desa Amplas, untuk melakukan prarekonstruksi kasus narkotika. Di lokasi ini, petugas mendalami sistem penjagaan barak dan mekanisme transaksi tertutup yang selama ini dijalankan para bandar.
Pasca-prarekonstruksi, petugas mengambil tindakan represif untuk memastikan efek jera,petugas merobohkan dan membakar sejumlah barak yang dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba.
Aliran listrik ke kawasan ilegal tersebut diputus total guna melumpuhkan aktivitas para pelaku dan mencegah mereka kembali beroperasi di lokasi yang sama.
“Kegiatan ini merupakan komitmen Polri dalam memberantas penyakit masyarakat secara tuntas, mulai dari pengungkapan pola kejahatan hingga pembersihan lokasi-lokasi yang dijadikan sarang aktivitas ilegal,” ujar Jean Calvijn.
Kawasan Jermal 15 yang selama ini dikenal cukup sulit ditembus kini dalam pengawasan ketat pihak kepolisian untuk memastikan tidak ada lagi praktik perjudian dan narkotika yang muncul kembali.
“Dulu, setiap ada penegakan hukum di sini, selalu ada perlawanan dari oknum-oknum setempat. Ada pelemparan, penyekapan anggota, bahkan ada yang menjadi korban. Tersangka yang sudah ditangkap dipaksa lepas, dan barang bukti yang diamankan dirampas kembali,” ujar Kombes Jean Calvijn di lokasi operasi, Minggu dini hari.
Dengan nada bicara tegas, ia menyatakan bahwa era intimidasi terhadap penegak hukum di Jermal telah berakhir.
“Sekali lagi saya sampaikan, hal itu tidak boleh lagi terjadi!” ucapnya.
Perwira yang akrab disapa JCS ini, operasi di Jermal bukan sekadar urusan teknis kepolisian seperti preventif atau preemptif. Ia menyebut gerakan ini sebagai misi kemanusiaan.
Menurutnya, membiarkan Jermal terus menjadi sarang narkoba sama saja dengan membiarkan kehancuran generasi muda Indonesia. Apalagi, dampak narkoba dan judi selalu diikuti oleh gelombang kejahatan lain yang meresahkan warga.
“Dampak dari narkoba dan perjudian akan mengakibatkan tindak pidana baru lainnya, seperti pencurian dengan kekerasan dan kriminalitas lainnya. Kita berdiri di sini subuh ini untuk memastikan generasi bangsa kita terselamatkan,” jelas Jean Calvijn.
Kehadiran tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur ini menunjukkan sinergitas yang solid untuk mengubah citra kawasan Jermal secara total. Petugas tidak hanya datang untuk menangkap, tetapi untuk memastikan rasa aman kembali ke tangan masyarakat sipil yang jujur.
“Subuh ini kami berdiri di sini untuk menyatakan bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat. Tugas kami adalah melindungi dan melayani, bukan untuk membiarkan kejahatan menguasai suatu wilayah,” pungkasnya.
Reporter:A.a94k
