Labuhanbatu|Koarnews.co.id– Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Labuhanbatu merilis data terbaru terkait kebakaran hebat yang menghanguskan pemukiman di Lingkungan Bakti Lama, Kelurahan Binaraga, Kecamatan Rantau Utara, pada Selasa (28/4) petang.
Insiden tersebut tercatat berdampak pada 10 unit bangunan dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp900.000.000.
Kasi Pengawasan dan Pencegahan Damkar Labuhanbatu, Iwan Syahputra Lubis, mengonfirmasi bahwa dari total sepuluh bangunan yang terdampak, tujuh di antaranya mengalami kerusakan berat sementara tiga lainnya rusak ringan.
“Dari sepuluh rumah, tiga rusak ringan,” ujar Iwan Syahputra saat memberikan konfirmasi pada Rabu (29/4).
Berdasarkan data resmi, tujuh warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan berat adalah rumah milik Erlina (60), Ibu Rumah Tangga, Ramadan (35), Wiraswasta, Jinggo Sitorus (58), Tukang Jahit, Gres (45), Pedagang, Rosmawar (60), Ibu Rumah Tangga dan Hasanuddin (70) juga Marusaha Sitorus (55), Wiraswasta.
Sedangkan tiga bangunan yang dikategorikan rusak ringan meliputi rumah milik Nur (60), kediaman Rittar Gultom (58) (Security Telkom), serta tempat usaha Penjahit SAS.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Namun, keterangan sementara dari warga di lokasi kejadian menduga api dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tragis ini.
Di sisi lain, proses pemadaman pada Selasa petang sempat diwarnai ketegangan hebat. Warga yang tersulut emosi melakukan aksi anarkis terhadap dua unit armada Damkar milik Pemkab Labuhanbatu.
Kemarahan massa dipicu oleh kendala teknis pada armada yang tiba di lokasi namun gagal menyemprotkan air secara maksimal.
“Warga sudah panik karena api besar, tapi pas mobil sampai malah tidak bisa keluar air. Itulah yang memicu emosi spontan masyarakat,” ungkap Fadil, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Akibat amuk massa tersebut, sejumlah personel Damkar dilaporkan harus menyelamatkan diri, sementara armada pemadam mengalami kerusakan fisik berupa kaca pecah akibat lemparan batu.
Pihak Dinas Damkar maupun kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan teknis alat maupun tindak lanjut atas aksi perusakan tersebut.
Reporter:s7k
